Menjemput Cahaya di Langit
#goresanringanReuniAlumni212
#sekelumitkisahMonaskami
#kenangankuterulanglagi
#withsahabatsurgaInsyaAllah
" Mereka hendak memadamkan
cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap
menyempurnakan cahaya-NYA meskipun orang-orang kafir membencinya"
Kisah pun
dimulai,..
Saat pertama
kali mendengar akan diadakannya pertemuan kembali istilah kerennya reuni para
mujahid/mujahidah yang tahun lalu di Monas tepatnya Jum'at, 2 Desember 2016
pernah menggemparkan dunia melalui suatu aksi damai yang fenomenal dengan
sebutan Aksi Bela Islam Jilid III Super Damai atau yang familiar dengan sebutan
"Aksi Bela Islam 212" dan mampu mengumpulkan jamaah lebih kurang 7
juta orang, hati ini menyimpan kegembiraan yang membuncah. Terngiang kembali
kenangan tahun lalu bersama para sahabat surga jamaah masjid Al Hidayah (Insya
Allah..aamiinn), bagaimana keberadaan kami di Monas waktu itu.....gelora
jihad,keharuan, kesedihan, hati yang "tersentuh" terlebih saat
lantunan dzikir dan Qunut Nazilah menerobos telinga kami dan menyentuh dengan
manis hati ini sehingga air mata tak dapat terbendung lagi dan menetes
perlahan............... (koq jadi haru lagi yach ngingetnya...)..
Saatnya pun
tiba,...
Setelah beberapa
kali mengadakan pertemuan singkat, akhirnya kami semua yang berencana
menghadiri kegiatan reuni 212 tersebut bersepakat akan berangkat pada hari
Jum'at malam pukul 21.00. Karena ini reuni yang sifatnya napak tilas perjalanan
dan perjuangan seperti tahun lalu, maka kami pun memutuskan pula untuk tetap
menggunakan sarana transportasi kereta commuter line.
Jum'at
tanggal 1 Desember 2017 bertepatan dengan hari libur keagamaan yakni Maulud
Nabi Muhammad SAW, lebih kurang pukul sembilan malam, para sahabat jamaah
masjid Al Hidayah sudah berkumpul di mesjid. Sayangnya, pada hari ini ada
beberapa sahabat yang tidak bisa bergabung karena sesuatu hal yang tidak bisa
ditinggalkan. Setelah tidak ada lagi yang ditunggu, kira-kira pukul sembilan
malam lewat lima belas menit kamipun segera berangkat menggunakan motor menuju
stasiun Bekasi. Tidak seperti tahun lalu, sepanjang perjalanan ini kami sedikit
sekali bertemu teman2 dari rombongan lain, hanya satu dua bus yang kami lihat
dan beberapa motor saja yang kemungkinan punya tujuan sama. Hal ini mungkin
saja karena tahun lalu kami berangkat ba'da Subuh sedangkan saat ini berangkat
ba'da Isya (...... hehehehehe...jam sembilan malam khan ba'da Isya juga). Kami
sengaja berangkat malam dengan harapan bisa mabit sekaligus qiyamul lail
terlebih dahulu, dan yang terpenting adalah kami ingin merasakan dan menikmati
ibadah sebagai salah satu jamaah yang tercatat di dalam sejarah sholat Subuh
terbesar di Indonesia...(syukur2 di dunia)...
Sekitar
pukul sepuluh malam kami tiba di stasiun Bekasi. Suasana di stasiun pun tidak
terlalu ramai. Setelah mendapatkan tiket, kamipun bergegas menuju kereta tapi
sebelumnya mengurangi cairan di tubuh dengan menuju ke toilet ....hehehehehe.
Alhamdulillah, suasana di dalam kereta pun lumayan lengang, sehingga kami bisa
memilih gerbong yang rada kosong penumpangnya biar bisa ngumpul semua satu
rombongan. Nach, ..... mumpung rada sepi dimanfaatkanlah untuk sesi foto-foto
dan canda serta senda gurau...(biar ada kenangannya).
Tidak
terasa, lebih kurang pukul sepuluh malam lewat empat puluh menit kami tiba di
stasiun Djuanda. Setelah turun dari kereta tujuan pertama adalah ..... toliet!
Sambil menunggu teman2 yang ke toilet, kami mulai melihat mengamati adanya
peningkatan yang rada signifikan dari para penumpang kereta khususnya kereta
yang tiba dari arah Bogor. Alhamdulillah, mulai banyak yang berdatangan. Dari
stasiun Djuanda langsung berjalan kaki menuju Istiqlal. Terbayang sudah saat
nanti di Istiqlal bisa rehat ngelempengin kaki ama badan yang pengen istirahat.
Namun,.... ternyata oh ternyata, pintu gerbang masih banyak yang ditutup. Ada
juga beberapa jamaah yang mampu masuk ke dalam area mesjid, namun mesti
berputar lebih jauh lagi untuk bisa ke dalam. Mungkin pihak masjid, karena
pusat acaranya di Monas ya udah gembok aza...bereeesss... Dzolimnya negeriku,
dimana kaum yang mayoritas beragama Islam tetapi mau ibadah sholat susahnya
....... astaghfirullah!!
Oh, iya...
di Istiqlal kami bertemu sahabat alumni 212 dari daerah Mindanau...alhamdulillah,
luar biasa semangatnya...takbir...!!!
Akhirnya,
rombongan saya pun memutuskan untuk langsung menuju Monas dengan harapan
setelah berada di dalam area Monas bisa gelar alas ataupun spanduk dan langsung
ibadah plus istirahat. Dengan langkah santai, kami pun menuju ke Monas.
Sepanjang perjalanan sangat lengang sementara waktu menunjukkan pukul sebelas
malam lewat sepuluh menit...(koq tau aja seh jam segitu,...lha iya wong dicatat
koq ...hehehehehehe). Sesampainya di Monas,.....ternyata oh ternyata lagi,
pintu masuk Monaspun masih ditutup. Waktu
saat kami tiba di Monas kira-kira pukul dua belas malam lewat beberapa
menit. Nampak sudah banyak jamaah alumni
212 yang menunggu di situ. Akhirnya
kamipun menggelar spanduk untuk dijadikan alas serta beberapa alas lagi yang
kami beli di tempat itu. Menunggu pintu
gerbang dibuka, kami istirahat sambil bincang2 tentang suasana negara dan
kondisi Islam di negeri tercinta NKRI.......... beberapa ada yang tidur, juga
ada ngopi sambil maenin hape... Kamipun
sempat kebagian roti dan minuman botol kangen water...(numpang iklan
...hehehehehe). Subhanallah, selama kami
menunggu gerbang dibuka tidak ada seekor nyamukpun yang mengganggu kami. Heran juga padahal di sekitarnya banyak pohon
besar. Tentu tidak ada yang mustahil
bagi Allah. Wong, nyamuk diperintahkan Allah
untuk membunuh Namrud aja nurut apalagi cuman sekedar menghindari manusia..... (hehehehe
enteng itu mah, ngurangin kerjaan juga kata nyamuk). Keheranan yang kedua adalah, selama
keberangkatan kami sampai kami berada di Monas ini, cuaca sangat bersahabat
padahal hampir sepekan sebelumnya hujan turun dengan deras bahkan diiringi
petir dan angin yang cukup kencang. Pukul
setengah dua malam mulai nampak terlihat ratusan anggota polisi yang ditugaskan
dilokasi sedang mendapat arahan.... Padahal umat islam klo buat aksi gak pernah
bikin rusak cuman emank bikin heboh...tapi heboh positif kaya 212 tahun
lalu.. Klo yang aksi gerombolan sebelah
barulah boleh dijagain soale mereka dah terbukti provokatif dan selalu bikin
rusuh tiap ngadain aksi...... (hehehehehehe, tau khan maksudnye..)
Tepat pukul
dua pagi lewat sepuluh menit, pintu gerbangpun dibuka, namun sangat disayangkan
pintu yang dibuka hanyalah gerbang yang kecil sehingga cukup berdesak-desakan
meskipun tertib. Masya Allah, untuk
beribadah saja sangat susah sekali, padahal di negara yang notabene adalah
mayoritas beragama Islam tapi untuk beribadah sholat saja seperti di
negara-negara yang muslimnya ditindas layaknya Myanmar, Palestina, Suriah.....
ironinya negeriku....
Alhamdulillah,
berbekal pengalaman 212 tahun lalu, kami semua yang berbaris masuk ke dalam
area Monas dengan tertib. Klo gak tertib
dan rusuh yang senang pertama kali pastinya adalah ..... (klo disebut nama ntar
kena UU ITE), bisa jadi komoditas berita tujuh hari tujuh malam kaya acara
tahlilan.... hehehehehe.
Di Monas
kami mengambil posisi dekat tugu Monasnya, meskipun bisa saja kami mengambil
lokasi dekat panggung utama. Namun,
pertimbangan klo pengen pipis dan ada keperluan lain tentu sangat sulit
melewati jamaah, maka kami mengambil lokasi yang sedang2 saja artinya tidak
jauh dari panggung juga tidak dekat. Cuaca
sangat bersahabat bahkan anginpun berhembus dengan semilir membelai tubuh kami
ditambah bulan yang yang bercahaya menerangi kami seakan dirinya tersenyum dan
menyapa kepada kami semua, “selamat
datang para pembela Agama Allah, semoga kalian kelak bisa menatap wajah sang
penciptaku.......” ehmmm so
sweet......aamiin yra.
Setelah
melakukan qiyamul lail masing2, kamipun melaksanakan sholat hajat berjamaah
kemudian dilanjutkan sholat subuh berjamaah.
Alhamdulillah, itulah sholat Subuh ... (Insya Allah) yang dilaksanakan
di suatu tempat yang luas dan dengan jamaah terbanyak yang mewakili beberapa
daerah2 di Indonesia...bisa jadi di dunia.
Selanjutnya
setelah sholat Subuh dilanjutkan dengan lantunan ayat2 al qur’an. Beberapa tokoh dan ulama turut hadir dan
memberikan sambutan ataupun orasi yang membakar semangat para jamaah yang
beberapa mulai letih dan mengantuk karena sudah sejak malam sebelumnya berada
di area istiqlal ataupun Monas. Pidato atau sambutan pembuka disampaikan langsung oleeh gubernur DKI Jakarta bapak Anies Baswedan. Tokoh
dan ulama yang hadir diantaranya, Bapak Amien Rais, Menantunya Habieb Riziek
(lupa namanya), Wakil Ketua DPR Fadly Zon, Gus Nuril, Al Khathah, ustad Felix Siaw, Fahri Hamzah,
juga seniman seperti Opiek, Ahmad Dhani dan lainnya. Orasi diakhiri oleh sang motivator fenomenal
ustad Bahtiar Nasir alias UBN....
Para jamaah
mulai membludak dan memenuhi area dalam Monas saat pukul setengah delapan
pagi. Mereka berdatangan disertai
keluarganya.... so artinya aksi ini adalah aksi yang sudah menjadi mindset
bahwa akan berjalan damai. Bahkan kami
sempat berbincang2 dengan jamaah dari sulawesi. Artinya aksi ini bukan sekedar aksi ingin
nasi bungkus seperti yang kubu sebelah koar-koarkan...... hehehehehe (gpp yach
politik dikit.....).
Keheranan
yang ketiga, saat pukul setengah enam pagi sampai dengan pukul delapan pagi
sinar mentari menemani kami, sehingga yang tadinya para jamaah yang menginap di
Monas rada terkantuk-kantuk agak berontak matanya.....hehehhehe. Tapi, setelah pukul delapan pagi panasnya
mentari mulai tertutup gumpalan awan sehingga sinar yang sampai di tubuh kami
sinar yang menghangatkan badan disertai hembusan angin yang menerpa dengan
damai di badan ini.. Padahal jika saja
sinar itu terus bersinar tanpa terhadang awan tentu badan agak berkeringat
berlebihan dan membuat tambah letih.
Subhanallah, Allah meridhoi kegiatan kami ini sehingga cuaca, angin, dan
sinar mentari mendukung kami semua sesuai perintah sang Penciptanya.....
Sekitar
pukul sepuluh pagi lewat dua puluh menit kami bergegas meninggalkan area Monas,
meskipun acaranya baru berakhir pukul sebelas siang sesuai agendanya. Namun, untuk meninggalkan area Monas perlu
perjuangan ekstra karena ternyata banyak juga jamaah yang berpikiran sama .....
(keluar duluan sebelum acara kelar).
Setelah berada di luar area Monas kami dan beberapa jamaah lainnya
sebagian menuju Masjid Istiqlal untuk rehat sekaligus menunggu sholat Dzuhur
sebagian lagi langsung pulang ke rumah masing2 (mungkin..).
Ba’da sholat
Dzuhur kamipun langsung bergegas menuju stasiun Djuanda untuk pulang kembali ke
Tambun, bekasi. Di stasiun Djuanda
inilah saat perjalanan pulang, saya bertemu kawan seperjuangan dari SD Al
Hanief yaitu ms. Atiek dan suaminya.....(ngobrol sejenak).
Singkat
kata, pukul setengah empat kurang kami tiba di Bekasi dan langsung sholat Asar
di mesjid dekat stasiun radio Dakta...
Pukul
setengah lima sampailah saya dan para sahabat surga al Hidayah...(insya Allah)
di perumahan tercinta Griya Asri 2 Tambun....
Demikianlah
sekelumit kisah dari perjalanan Reuni Akbar 212....
Kalau
sebelumnya pada aksi 212 kami menginginkan pemimpin Muslim yang mencintai Allah
dan amanah pada jabatannya dan keinginan kami di penuhi oleh Allah SWT dengan
terpilihnya Gubernur DKI Jakarta yang pro Islam ....(mulai nampak dari
kebijakannya). Dan, kini pun berharap
dan berdo’a unuk skala yang lebih luas bukan saja Jakarta tapi Indonesia,
artinya Indonesia kelak akan memiliki presiden yang bukan saja Muslim tapi juga
mencintai Al qur’an dan Al Hadist seta amanah pada jabatannya.....
Ingat para
sahabatku, kekuatan do’a jangan sesekali diremehkan....
Sudah terbukti
di pilkada Jakarta.....
UNTUK
INDONESIA KELAK PRESIDEN YANG MENCINTAI ISLAM......
“Pada hari engkau akan melihat orang-orang
yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan
dan di samping kanan mereka (dikatakan kepada mereka), “ pada hari ini ada
berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya.
Demikian itulah kemenangan yang agung”.
Pada hari orang-orang munafik
laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami!
Kami ingin mengambil cahayamu.”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri
cahaya (untukmu).” Lalu diantara mereka dipasang dinding (pemisah) yang
berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat
dan di luarnya hanya ada azab”.
(Q.S Al Hadid : 12-13)
#gakbisanulisbanyak
#semogagakbetebacanya





Tidak ada komentar:
Posting Komentar